google-site-verification=Krl4quFMwp68kyAl2FKmG31L8xNd4vyGUteuBJXA3sM
Menu
0819-1313-1328

4 Cara Meraih Hidup Bahagia

Sunday, November 17th 2019.

4 Cara Meraih Hidup Bahagia

Siapa sih yang gak ingin bahagia?, tentu semua orang menginginkannya. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkannya. Dan faktor yang mempengaruhi hal tersbeut sebenarnya berasal dari dirinya sendiri yang belum bisa mengelola hati dan pikirannya. Karena banyak memganggap bahwa kebahagiaan itu terukur dari materi; kaya raya, hidup mewah dan harta melimpah. Padahal, kalu kita amati, banyak pula orang yang kaya namun justru tidak bahagia dan malah hidupnya penuh dengan kegelisahan.

Begitu pula banyak yang menganggap bahwa kebahagiaan itu tidak berlaku bagi para orang-orang miskin. Karena mereka memang sudah ditakdirkan untuk hidup penuh kesengsaraan, katanya. Padahal, kalau kita cermati lagi di lingkungan masyarakat tidak sedikit mereka yang miskin dan serba kekurangan namun merasa hidupnya bahagia, damai dan tenang. Jika demikian, berarti kebahagian itu soal rasa bukan soal pendapatan; kebahagian itu soal keikhlasan bukan soal jabatan. Nah, di bawah ini akan dijelaskan empat cara supaya kita bisa merasa hidup dengan bahagia. Dan cara-cara itu ialah:

Pertama, merasa kaya hati. Artinya untuk meraih kebahagiaan kita mesti mengelola hati ini dengan merasa lebih legowo dan lapang dada atas setiap apa yang telah kita miliki. Tidak mengeluhnya dan tidak membencinya. Sehingga apapun yang kita dapati, akan disikapi dengan perasaan hati yang suka ria. Oleh sebab itulah, pada posisi ini membiasakan turut merasakan nasib orang-orang lain yang berbeda nasib adalah suat uajlan untuk membentuk kepribadian yang kaya hati tersbeut. Intinya, harus simpatik dan empatik.

Kedua, selalu berpikir posistif. Ya, beripikir posistif juga bagian untuk meraih kebahagiaan. Mengapa?. Sebab, pikiran yang selalu mengarah kepada hal-hal baik akan mempengaruhi jiwanya menjadi tenang dan tidak mudah gelisah. Soal hasil atau dampak yang akan terjadi, ia pikirkan setelah proses dilakukan dengan maksimal. Ia sama sekali tidak pank atau was-was. Sehingga pada kondisi seperti ini, ia perlu membiasakan hidup dengan penuh optimisme dan kerjakeras sembari memasrahkannya kepada Sang Kuasa.

Ketiga, selalu bersyukur. Nah inilah yang paling utama. Karena ternyata kunci kebahagiaan itu terdapat pada sikap kita yang bisa menerima adanya dengan apa yang telah diberikan atau apa yang telah kita raih. Karena dengan rasa syukur tersbeut, kita akan dengan mudah merasa tenang, tidak terpancing untuk mengejar ambisi dan lebih rileks dalam menjalai setiap aktiviktas dan planning kehidupan.

Keempat, berkaca pada nasib orang yang lebih rendah dalam urusan duniawi. Artinya, soal materi, kita semestinya berkaca dan berkiblat atau menauladani mental orang-orang di bawah kita. Misal kita berkaca kepada orang yang belum punya motor, sementara kita sudah memilikinya. Sehingga dengan berkaca kepada mereka, tentu kita akan berkata: “Alhamdulillah, kita sudah memiliki sepeda motor. Tentangga sebelah masih jalan kaki”. Begitu pula yang jalan kaki, merekaj uga turut berkata: “Alhamdulillah, kita masih bisa berjalan sehata. Saudara sebelah, hanya bisa duduk karena lumpuh”. Seterusnya. Maka, dengan cara seperti ini, rasa bahagia hiudp akan mudah tumbuh tanpa harus menyakiti perasaan diri sendiri dan orang lain.[]

 

 

Siapa sih yang gak ingin bahagia?, tentu semua orang menginginkannya. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkannya. Dan faktor yang mempengaruhi hal tersbeut sebenarnya berasal dari dirinya sendiri yang belum bisa mengelola hati dan pikirannya. Karena banyak memganggap bahwa kebahagiaan itu terukur dari materi; kaya raya, hidup mewah dan harta melimpah. Padahal, kalu kita amati, banyak pula orang yang kaya namun justru tidak bahagia dan malah hidupnya penuh dengan kegelisahan.

Begitu pula banyak yang menganggap bahwa kebahagiaan itu tidak berlaku bagi para orang-orang miskin. Karena mereka memang sudah ditakdirkan untuk hidup penuh kesengsaraan, katanya. Padahal, kalau kita cermati lagi di lingkungan masyarakat tidak sedikit mereka yang miskin dan serba kekurangan namun merasa hidupnya bahagia, damai dan tenang. Jika demikian, berarti kebahagian itu soal rasa bukan soal pendapatan; kebahagian itu soal keikhlasan bukan soal jabatan. Nah, di bawah ini akan dijelaskan empat cara supaya kita bisa merasa hidup dengan bahagia. Dan cara-cara itu ialah:

Pertama, merasa kaya hati. Artinya untuk meraih kebahagiaan kita mesti mengelola hati ini dengan merasa lebih legowo dan lapang dada atas setiap apa yang telah kita miliki. Tidak mengeluhnya dan tidak membencinya. Sehingga apapun yang kita dapati, akan disikapi dengan perasaan hati yang suka ria. Oleh sebab itulah, pada posisi ini membiasakan turut merasakan nasib orang-orang lain yang berbeda nasib adalah suat uajlan untuk membentuk kepribadian yang kaya hati tersbeut. Intinya, harus simpatik dan empatik.

Kedua, selalu berpikir posistif. Ya, beripikir posistif juga bagian untuk meraih kebahagiaan. Mengapa?. Sebab, pikiran yang selalu mengarah kepada hal-hal baik akan mempengaruhi jiwanya menjadi tenang dan tidak mudah gelisah. Soal hasil atau dampak yang akan terjadi, ia pikirkan setelah proses dilakukan dengan maksimal. Ia sama sekali tidak pank atau was-was. Sehingga pada kondisi seperti ini, ia perlu membiasakan hidup dengan penuh optimisme dan kerjakeras sembari memasrahkannya kepada Sang Kuasa.

Ketiga, selalu bersyukur. Nah inilah yang paling utama. Karena ternyata kunci kebahagiaan itu terdapat pada sikap kita yang bisa menerima adanya dengan apa yang telah diberikan atau apa yang telah kita raih. Karena dengan rasa syukur tersbeut, kita akan dengan mudah merasa tenang, tidak terpancing untuk mengejar ambisi dan lebih rileks dalam menjalai setiap aktiviktas dan planning kehidupan.

Keempat, berkaca pada nasib orang yang lebih rendah dalam urusan duniawi. Artinya, soal materi, kita semestinya berkaca dan berkiblat atau menauladani mental orang-orang di bawah kita. Misal kita berkaca kepada orang yang belum punya motor, sementara kita sudah memilikinya. Sehingga dengan berkaca kepada mereka, tentu kita akan berkata: “Alhamdulillah, kita sudah memiliki sepeda motor. Tentangga sebelah masih jalan kaki”. Begitu pula yang jalan kaki, merekaj uga turut berkata: “Alhamdulillah, kita masih bisa berjalan sehata. Saudara sebelah, hanya bisa duduk karena lumpuh”. Seterusnya. Maka, dengan cara seperti ini, rasa bahagia hiudp akan mudah tumbuh tanpa harus menyakiti perasaan diri sendiri dan orang lain.[]

4 Cara Meraih Hidup Bahagia

4 Cara Meraih Hidup Bahagia

 

Properti Terbaru

Terbaik
Perumahan Syariah Adnan Nabila Kota Depok

Perumahan Syariah Adnan Nabila Kota Depok

Rp. 885.392.000
Jl. Bhakti Abri Rt/Rw 05/09 Sukamaju Baru Tapos Depok
Lt/Lb : 73,6 m² / 60 m²
Lihat Detail »
Sudah Laku
Perumahan Syariah Jogja Hijrah Village Sleman KPR

Perumahan Syariah Jogja Hijrah Village Sleman KPR

Rp. 390.000.000
Catur Harjo, Sleman, Kab. Sleman (Barat Polres Sleman)
Lt/Lb : 125 m² / 36 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Rumah Kpr Syariah Depok Balad Residence Bojongsari

Rumah Kpr Syariah Depok Balad Residence Bojongsari

Rp.502.840.000
bojongsari depok jawa barat
Lt/Lb : 111 m² / 38 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan banjar Jawa Barat Property KPR Syariah

Perumahan banjar Jawa Barat Property KPR Syariah

225.000.000
Jalan Tentara Pelajar, Banjar Patroman.
Lt/Lb : 60 m² / 36 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan syariah bogor Jannah Hills Citayam

Perumahan syariah bogor Jannah Hills Citayam

355.000.000
Kp. Rawa, Desa Rawa Panjang, Kec. Bojong Gede, Kab. Bogor
Lt/Lb : 72 m² / 38 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Griya Tsurayya Sedayu Yogya Barat

Perumahan Syariah Griya Tsurayya Sedayu Yogya Barat

Rp.379.000.000
Yogyakarta Barat
Lt/Lb : 80 m² / 45 m²
Lihat Detail »