Menu
0819-1313-1328

Ancaman Enggan Membayar Hutang

Tuesday, May 23rd 2017.

hukum-jual-beli-kredit

Ancaman Enggan Membayar Hutang

Mungkin orang bisa melakukan ini dan itu. Namun banyak pula yang enggan bertanggung jawab atasnya. Ya, termasuk juga dalam persoalan hutang-piutang, dimana kita bisa menyaksikan acapkali orang berhutang kepada karibnya, saudaranya maupun kepada lembaga dengan jumlah yang cukup besar, namun pada kenyataannya mereka “alot” untuk melunasinya padahal sudah jatuh Tempo.

Yang ironisnya lagi adalah ketika ia ditagih, namun ia mengeluarkan alasan-alasan yang tak masuk akal. Sementara ia sudah mampu untuk membayarnya. Boleh lah, kalau yang belum mampu membayar, ia masih membutuhkan dispensasi untuk melunasinya di kemudian hari. Tapi, itu yang sudah sangat mampu, namun mengulur-ulur waktu atau membujuk supaya si pemberi hutang lupa akan tagihannya tersebut. Bisa dengan janji-janji yang manis atau dengan bujuk rayu yang mematikan. Orang-orang seperti ini sangat berbahaya. Tidak hanya bagi dirinya sendiri, bagi yang lain pun akan merasakan dampaknya.

Jika demikian, lalu apa saja bahaya-bahayanya?. Setidaknya ada beberapa bahaya atau ancaman yang “layak” ditimpakan kepada orang-orang yang mau berhutang namun enggan melunasinya tersebut yakni sebagai berikut:

Pertama, Kebaikannya Sebagai Ganti. Maksudnya adalah ketika seseorang memiliki hutang, namun belum dan enggan melunasinya hingga kemudian ajal pun menjemputnya, maka kenaikan yang telah ia lakukan sebaiknya akan menjadi “tumbal” untuk menebus keteledorannya. Hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Kedua, jiwanya masih menggantung. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam suatu hadist berikut ini: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.”

Ketiga, Akan Dihukumi Sebagai Pencuri . Sebagaimana hadits dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu).

Keempat, akan dihancurkan oleh Allah. Dalam hadits disebutkan: “Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).

Kelima, enggan untuk dishalati. Berkaitan dengan ini, ada satu riwayat yang menceritakan tentangnya.

Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?”. Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289) .

Keenam, Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid .

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Barangkali ini lah beberapa acaan yang “patut” dilimpahkan kepada orang-orang yang enggan melinasi hutang. Dengan disebutkannya hal-hal tersebut, kita semakin sadar diri untuk lebih tahu diri  dan sadar bahwa hutang adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Jika tidak, bahayanya pun ada sangat luar biasa. []

Properti Terbaru

Promo
Perumahan Syariah Bekasi Royal Azzura dekat Tol Bekasi Timur

Perumahan Syariah Bekasi Royal Azzura dekat Tol Bekasi Timur

364000000
Mustikajaya, Kota Bks
Lt/Lb : 60 m² / 38 m²
Lihat Detail »
Sudah Laku
Perumahan syariah Jakarta Jagakarsa CasaMabda KPR

Perumahan syariah Jakarta Jagakarsa CasaMabda KPR

1.385.000.000
JL. PersaHabatan-Batu BelaH Rt.01 Rw.02 Cipedak Kec. JaGakarsa Jaksel
Lt/Lb : 80 m² / 96 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Depok Adnan Nabila

Perumahan Syariah Depok Adnan Nabila

Rp. 470.000.000
Jl. Bhakti Abri Rt/Rw 05/09 Sukamaju Baru Tapos Depok
Lt/Lb : 69 m² / 45 m²
Lihat Detail »
Promo
Kampoeng buah Naga Purwakarta KPR Syariah

Kampoeng buah Naga Purwakarta KPR Syariah

85 juta
Purwakarta Jawa Barat
Lt/Lb : 200 m² / m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Jakarta Timur Lestari Residence

Perumahan Syariah Jakarta Timur Lestari Residence

Rp. 855.000.000
Jl. Lestari RT 04/03 Kalisari, Pasar Rebo Jakarta Timur
Lt/Lb : 50 m² / 60 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Kirai Park Cirende Tangerang

Perumahan Syariah Kirai Park Cirende Tangerang

Rp. 1.150.000.000
Cirendeu - Tangerang Selatan
Lt/Lb : 75 m² / 90 m²
Lihat Detail »