Menu
0819-1313-1328

KISAH DEVELOPER NGAWUR YANG MENJUAL SESUATU YANG BELUM DIMILIKI

Tuesday, August 22nd 2017.

desain2-depan-jannati

KISAH DEVELOPER NGAWUR YANG MENJUAL SESUATU YANG BELUM DIMILIKI
Oleh : Rosyid Aziz (Developer Property Syariah)

Seorang pemuda mendekati saya saat break ngisi acara Camp Property Syariah di Bandung kemarin. Yang bersangkutan tidak tercatat sebagai peserta acara yang diselenggarakan divisi Knowledge Management DPS Pusat, tapi sengaja mau bertemu dengan saya terkait dengan skema bisnis property yang dia jalankan.

“Maaf ustadz, boleh saya bertanya dan konsultasi sebentar ?”

“Oooh, silahkan. Ada apa ?”, jawab saya singkat.

“Begini ustadz, beberapa waktu lalu saya berencana mengakuisisi lahan didaerah (sensor), dengan luas sekian (sensor). Tapi pemilik lahan tetap keukeuh hanya mau menjual dengan cash. Saya sudah coba nego bayar bertahap, tapi dia tetap tidak mau..”, ceritanya.

“Lalu ?”, sergah saya.

“Lalu setelah itu saya adakan gathering calon konsumen. Harapannya dari sana, saya bisa dapat duit untuk membayar lahan tsb seperti yang dia minta. Dia mintanya cash, gak boleh ditempo sama sekali..”

“Banyak yang minat..?”

“Banyak ustadz. Saat itu NUP peminatnya ratusan orang. Yang lanjut ada sekian puluh orang..”, jawabnya.

“Lho, kamu udah tarik duitnya…?”

“Sudah ustadz. Terkumpul sekian ratus juta. Tapi masih belum cukup untuk membayar lahan tersebut..”, jelasnya. “Bagaimana solusinya ya ustadz..?”

“Lho kok malah nanya bagaimana solusinya ?, apa yang kamu lakukan itu haram. Dosa. Kamu menjual sesuatu yang bukan milikmu…!”, tegas saya.

Dengan terkaget-kaget, dia bertanya. “Trus bagaimana baiknya, ya ustadz ?”

“Karena duit yang kamu kumpulkan itu haram, maka gak ada pilihan lain. Balikin…!”, tegas saya. “Bahkan seandainya duit yang terkumpul cukup untuk membayar lahan itu dengan cara cash sekalipun, tetap saja harta itu terkategori harta haram. Ditolak Allah jika disedekahkan, tidak diberkahi jika dikembangkan, dan jadi bekal di neraka jika ditinggal mati..”

“Astaghfirullah, padahal sebelumnya saya juga melakukan yg seperti itu. Rumah, mobil, motor dan harta saya yg lain juga saya dapatkan dari pola seperti itu. Trus bagaimana ya ustadz..?”, tanyanya.

“Kamu belajar dari siapa pola begitu ?, itulah pentingnya berilmu sebelum beramal. Kalau sudah telanjur, semuanya jadi repot..”

“Saya baiknya gimana ya tadz..?”, kejarnya.

“Untuk kasus yang pertama tadi, balikin dana yang telah kamu terima. Semuanya. Karena ada hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sbb :

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505)

“Baik tadz, saya akan balikin semua. Saya menyesal karena kebodohan saya.”, jawabnya.

“Bagus jika kamu sadar. Karena ada yang justru marah-marah ketika ada pihak yang menasehati. Lantas menuduh iri dengkilah, hasadlah, fitnahlah, persaingan bisnislah dsb..”, ujar saya. “Dan teruntuk mereka yang mengajarkan skema bathil seperti itu, tolong sampaikan bahwa sebagaimana ada pahala jariyah, ada pula dosa jariyah..”

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amal kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya pahala semisal pahala orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amal kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017).

“Cukup…?”

“Cukup ustadz, terima kasih atas nasehat dan masukannya. Wassalamu’alaikum..”, ucapnya sambil bersalaman.

“Wa’alaikumussalam..”

Huffftt, belakangan saya tau, ternyata banyak developer yang melakukan pola seperti itu. Na’udzubillahi min dzalik.

Sember  : DPS

Properti Terbaru

Promo
Perumahan Syariah Dekat RSUD Depok

Perumahan Syariah Dekat RSUD Depok

506.100.000
Cinangka Depok
Lt/Lb : 119 m² / 58 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Jakarta Timur Lestari Residence

Perumahan Syariah Jakarta Timur Lestari Residence

Rp. 855.000.000
Jl. Lestari RT 04/03 Kalisari, Pasar Rebo Jakarta Timur
Lt/Lb : 50 m² / 60 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Tangerang Ciledug Casamabda2 KPR

Perumahan Syariah Tangerang Ciledug Casamabda2 KPR

RP 750.000.000
Jl. Telaga 3 Rt.04/01 Kel. Pedurenan Kec. Karang Tengah Kota Tangerang
Lt/Lb : 72 m2 m² / 72 m2 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Kirai Park Cirende Tangerang

Perumahan Syariah Kirai Park Cirende Tangerang

Rp. 1.150.000.000
Cirendeu - Tangerang Selatan
Lt/Lb : 75 m² / 90 m²
Lihat Detail »
Promo
Rumah Murah di Palembang Salma Lakeside Jakabaring

Rumah Murah di Palembang Salma Lakeside Jakabaring

RP. 298.080.000
Jalan H. Bastari masuk sekitar 250 meter Palembang Sumatera Selatan
Lt/Lb : 90 m2 m² / 38 m2 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Depok Kavling Jannati Dekat Stasiun Depok Lama

Perumahan Syariah Depok Kavling Jannati Dekat Stasiun Depok Lama

429.709.000
Jl. Rawa Geni Depok
Lt/Lb : 54 m² / 55 m²
Lihat Detail »