Menu
0819-1313-1328

Pembaca Al-Qur’an Tidak Akan Merasa Bosan

Wednesday, November 7th 2018.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki al-Qur’an adalah ia tidak pernah membosankan atau menjenuhkan siapa saja yang membacanya.  Ya, begitula al-Qur’an. Jadi seakan-akan ada daya tarik atau magnet tersendiri yang membuat orang betah melihatnya, membacanya, dan mempelajarinya bahkan sampai berkali-kali sekalipun, al-Qu’an tetap menarik dan menenangkan di hati. Terlebih bagi seseorang yang tengah menelusuri pengetahuan dalam kajian khusus tentang al-Qur’an dengan ikhlas dan khusyu’, bahwa semakin digali, maka ia semkin penasaran karena hal-hal baru pun terus bermunculan yang tak akan ada habisnya.

 

Oleh karena itulah, Nabi kemudian memberikan ciri khas untuk al-Qur’an ini yakni: “sebagai adalah kitab suci yang tidak menggaduhkan suasana, yang tidak membuat rancu setiap lisan yang mengatakannya, yang para ulama tidak akan merasa puas (mendalaminya), dan tidak akan pernah terbantahkan, serta keajaibannya tidak akan pernah habis.” Dan barangkali tepat sekali apa yang dikatakan oleh Utsman bin Affan: “jikalau hati kalian bersih, maka engkau tidak akan merasa disibukkan untuk membaca firman tuhanmu.”

Dan seandainya ternyata seseorang merasa bosan membaca al-Qur’an, itu bukan karena al-Qur’annya yang membosankan, melainkan karena pribadi orang tersebut. Bisa jadi karena hatinya yang tengah merasakan kegundahan, banyak tekanan, atau sebab hatinya yang diliputi dengan sifa-sifat tercela. Sehingga ketika yang terjadi demikian, maka ia mesti membenahai hatinya terlebih dahulu. Diantaranya dengan memilih waktu yang tepat—-dengan suasana yang menyenangkan, menentukan tempat yang menenangkan, dan memperhatikan etika-etika yang bisa memberikan semangat kembali bagi dirinya untuk membaca al-Qur’an.

Dari sini, kemudian banyak ulama memberikan komentar akan keistimewaan al-Qur’an yang tidak membosankan ini dalam karya-karya mereka dan menilainya sebagai suatu mukjizat di dalam al-Qur’an. al-Mazwardi misalnya, bahwa dalam kitabnya, I’lam Al-Nubuwwah berkata: “segi yang ke-11 dari kemukjizatan al-Qur’an adalah bahwa dalam membacanya itu dikhususkan dengan lima pendorong yang tidak akan ditemukan di selain al-Qur’an yakni: pertama, kerenyahan (kemantapan) makharajnya.

Kedua, keindahan pesonanya. Ketiga, selamat formatnya (dari kerancuan). Keempat, bagusnya penerimaan al-Qur’an. kelima, orang yang membacanya tidak lesu atau jemu, dan orang yang mendegarnya pun tidak merasa bosan. Ini merupakan perkataan (kalam) yang langka.” Begitu pula al-Nuwairi, dia berkata: “ segi yang kedelapan adalah bahwa orang yang membacanya itu tidak merasa jemu dengan bacannya, dan orang yang mendengarnya tidak merasa bosan, bahkan  malah ia nambah tertarik dan terus membacanya, dan mengulaginya terus-menurus. Sementara kitab selain a–Qur’an, sekalipun

tersusun dengan kefasihan balaghah yang tinggi, tapi tetap membosankan ketika dibaca berulang kali. Demikianlah keistimewaan al-Qu’ran yang tidak ditemukan di kitab lain.Sama halnya dengan al-Suyuthi, dia menegaskan: “bahwa orang yang membacanya tidak akan merasa jemu dan orang yang mendengarnya juga tidak bosan, bahkan  malah ia nambah tertarik dan suka untuk terus membacanya, dan mengulaginya terus-menurus. Sementara kitab selain al-Qur’an, sekalipun tersusun dengan kefasihan balaghah yang tinggi

tapi tetap membosankan ketika dibaca berulang kali.  Inilah sifat al-Qur’an yang memang tidak diciptkan untuk dipertentangkan.  Sementara oleh ulama kekinian, seperti yang dikatakan oleh Mustafa Rafi’i—–sebagaimana yang dikutip oleh Dr. Fadh, mengelompokkanya menjadi bagian dari khawaish (keistimewaan) al-Qur’an. dia mengatakan: “sebagian dari perbedaan al-Qur’an dari kalam-kalam lain adalah ia tidak menumbuhkan kebosanan ketika diulang-ulang dalam waktu yang panjang. Setiap kali engkau membacanya dengan baik dan fasih, dan tidak merusak tatacaranya, maka engkau akan menyaksikannya dengan terpejam, hal-hal baru yang menakjubkan dan saat itu pula jiwamu akan tumbuh lebih semangat dan tergugah.” Bahkan dalam beberapa syair sampai disebutkan:

Pesonanya terus bertambah ketika diulang-ulang merenunginya, mata-mata yang melihat pun akan terbelalak (karena terkejut)

Kepercayaannya terus memuncul setiap kali diulang-ulang, sementara setiap perkataan  (selain-Quran) itu akan membosankan ketika diulang-ulang

Kitabullah adalah pesyafaat yang terpercaya, paling kaya pemberiannya

Ia adalah bagus-bagusnya teman duduk yang perkataannyya tidak membosankan, dan mengulanginya terus menumbuhkan kebaikannya.

 

 

Properti Terbaru

Promo
Perumahan Syariah Bekasi Alfarezky Dekat Stasiun LRT Bekasi Timur

Perumahan Syariah Bekasi Alfarezky Dekat Stasiun LRT Bekasi Timur

Rp.550.000.000
Jl. Jatiraya Bekasi Timur
Lt/Lb : 73 m² / 36 m²
Lihat Detail »
Promo
Rumah Murah di Palembang Salma Lakeside Jakabaring

Rumah Murah di Palembang Salma Lakeside Jakabaring

RP. 298.080.000
Jalan H. Bastari masuk sekitar 250 meter Palembang Sumatera Selatan
Lt/Lb : 90 m2 m² / 38 m2 m²
Lihat Detail »
Sudah Laku
Perumahan Syariah Jakarta Selatan Pemuda Regency

Perumahan Syariah Jakarta Selatan Pemuda Regency

Rp.618.000.000
Jl. Pemuda III Rt. 008/009 Cipedak Kel. Srengseng Sawah – Jagakarsa JAKARTA SELATAN
Lt/Lb : 60 m² / 60 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Adreena Village Mekarsari Kota Bogor

Perumahan Syariah Adreena Village Mekarsari Kota Bogor

Rp.436.000.000
Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat
Lt/Lb : 72 m² / 42 m²
Lihat Detail »
Promo
Perumahan Syariah Sakinah Residence  Cibinong Kota Bogor

Perumahan Syariah Sakinah Residence Cibinong Kota Bogor

299.903.000
Pabuaran Cibinong Bogor
Lt/Lb : 45 m² / 27 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Adnan Nabila Kota Depok

Perumahan Syariah Adnan Nabila Kota Depok

Rp. 885.392.000
Jl. Bhakti Abri Rt/Rw 05/09 Sukamaju Baru Tapos Depok
Lt/Lb : 73,6 m² / 60 m²
Lihat Detail »