Menu
0819-1313-1328

4 Karekter Orang Takwa

15th May 2019 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto 4 Karekter Orang Takwa

Detail Info 4 Karekter Orang Takwa

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Mobil 4 Karekter Orang Takwa

4 Karekter Orang Takwa

Seringkali kita mendengar atau bahkan turut memahami bahwa seorang yang bertakwa adalah mereka yang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan pengertian ini, seakan-akan kita sudah mengamini bahwa siapapun yang dapat melakukan hal tersebut (Amar Ma’ruf Nahi Mungkar) dapat disebut menjadi muttaqin. Jika demikian, apakah benar sesederhana itu seseorang dapat dikenali sebagai orang yang bertakwa?. Jawabannya adalah iya. Itu adalah syarat umum. Hanya saja, ada beberapa kriteria khusus yang menjadi pengenal bagi para Muttaqin sebagaimanana yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun dalam kesempatan ini, penulis lebih fokus pada kriteria karakter orang takwa yang disampaikan dalam Surat Al-Baqarah ayat 3-4:

“yakni orang yang mengimani hal ghaib dan mendirikan shalatt dan menginfakkan sebagaian yang telah kami beri rizki kepada mereka. Dan orang-orang yang mengimani apa yang telah diturunkan kepadamu (muhammad) dan apa-apa yang telah diturunkan sebelummu dan kepada hari akhir, mereka meyakininya. Mereka adalah yang mendapatkan hidayah dari tuhan mereka dan mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 3-5). Berdsarkan ayat ini, ada lima kriteria karekter orang bertakwa. Yakni sebagai berikut:

Pertama, percaya pada hal ghaib. Ya, meyakini hal ghaib, hal yang kasat mata namun ada wujudnya eksitensi dan substabnsinya, adalah suatu pekerjaan yang sulit. Sebab, kebanyakan orang hanya kan mempercayai sesuatu benda ketika tertangkap oleh panca inderanya saja tau sesuatu yang masuk di akal. Sementara sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh indera dan tidak masuk akal, mereka mengingkarinya. Oleh sebab itu, pekerjaan mempercayai hal ghaib adalah pekerjaan sulit dan hanya bisa dilakukan opleh orang-orang yang memiliki kejerniahan hati dan kemurnian akal. Merekalah yang  bersedia menggambungkan dalil ilahi dengan dalil logika. Sehingga keberadaan Allah, Malaikat, Jin, Iblis atau syaitan sebagai hal ghaib dan dapat diyakini, maka sebenarnya orang yang seperti ini adalah orang yang bertakwa.

Kedua, rajin menunaikan shalat. Ya, betul kiranya bahwa shalat sebagai tiangnya agama dan penentu baik-buruknya amal di akhirat, tepat bila juga dijadikan sebagai karakter orang takwa. Mengapa, karena meski ibadah ini diwajibakn bagi setiap mukallaf dalam sehari semalam, namun tidak sedikit juga yang enggan atau bahkan bermalas-malasan mengerjakannya. ”sesungguhnya ia (shalat) itu sangat berat keculai bagi orang-orang yng khsuyuk” (QS. Al-Baqarah[2]: 45). tidak hanya itu, dengan shalat ini seseoraang bisa tercegah dari perbuatan mugkar dan keji sebagai modal awal dari perilaku orang bertakwa.

Ketiga, berinfak. Ya, karakter takwa selanjutnya adalah mau, mampu dan ikhlas untuk berinfak. Yakni memberikan sebagian harta rezekinya kepada orangh yang membutuhkan. Jangan dikira ini pekerjaan yang mudah. Nyatanya banyak pula yang mereka berat bahkan melalaikannya meski mereka mau dan sanggup melakukannya. Fakor utamanya adalah karena mereka terlalu menururi nafsu yang, cinta dunia, dan tidak menerima apa yang ia dapatkan. Akibatnya, sebagian rezeki yang semestinya disalurkan kepada yang lebih berhak, ia justu menyimpannya atau mentasarufkannya untuk foya-foya. Maka tidak berlebihan bila kemudian Allah menjajikan surga dan kehidupan yang baik bagi orang yang mau berinfak ini (Qs. Al-Nisa[4]: 92). Dan tidak berlebihan pula bisa nantinya orang berinfak adalah bagian dari orang yang bertakwa.

Keempat, iman kepada kitab-kitab Allah. Sebagaimana dimaklumi bahwa Allah telah menurunkan kitab dan suhuf  bagi para rasul dan nabi-Nya. Namun, dari sekian itu yang wajib kita imani ada empat: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan mengimani ketiganya adalah salah satu karakter orang bertakwa. Mengapa?, karena banyak orang yang ngakunya iman kepada Al-Qur’an tapi justru kelakukannya malah mengarah kepada pengingkaran; banyak yan mengakui Injil tapi malah mencerca Al-Qur’an atau banyak yang mengakui Al-Qur’an namun menghina pemeluk agama lain. Jika ini terjadi, maka nilai ketakwaanya masih perlu dipertanyakan. Bila demikian, harus ditunjukkan dengan apa kita mengimani terhadap kitab-kitab tersebut sehingga kita layak disebut sebagai orang yang bertakwa?. Caranya adalah dengan mempercayai Al-Qur’an sebagai kitab rahmat sehingga bertindak seperti  manusia yang toleran, penuh kasih, dan menghargai perbedaan. Ia akan mengakui bahwa kitab Al-Qur’an bukan kitab kekerasan apalagi penebar teror. Sehingga ia akan mencari tahu sebenarnya dan mempelajari lebih lanjut pemahaman ayat yang keliru kepada ahlinya. Ia akan berikap legowo dengan perbedaan yang ada. Tidak mencari pembenaran atau menyalahakan yang lain. Sehingga ia akan menjadi pemimpin yang merangkul bukan memukul. Yang memberi nasihat bukan penjilat. Dan yang mau berkoraban bukan mengorbanka orang lain demi nafsunya.

Kelima, mempersiapkan bekal akhirat. Ya, inilah karekter orang yang bertakwa yakni mereka tidak terlalu silau atau mementingkan urusan duniawi hingga melupakan urusan ukhrawi. Mereka mengerjakannya dengan seimbang. Kendati demikian, mereka akan tetap lebih condong untuk mempersiapkan urusan akhirat dengan amal dan kebajikan di dunia. Orang seperti ini meyakini bahwa dunia bukan tempat untuk mencari kekayaan, melainkan sebagai ladang amal yang akan menyelamatkannya kelak. Orang seperti ini tidak mengumpulkan harta kekayaan untuk memenuhi hasratnya, melainkan sebagai amal di jalan Allah. Dan orang seperti ini meyakini bahwa kematian bukanlah sebuah ketakutan atau akhir dari segalanya, melainkan ia akan menyambutnya dengan amal yang baik dan kepasrahan yang tulus. Inilah meraka ciri-ciri orang bertakwa.

Alhasil, orang bertakwa tidak serta merta mereka yang amar makruf nahi mungkar. Namun harus diejawantahkan dalam beberapa keyakinan dan tindakan konkret sebagaimanan yang telah dijelaskan di atas sebagai “tiket” bahwa ia layak dilabeli menjadi orang yang bertakwa. Semoga kita dimudahkan menjalankan ini semua. Amin.[]

Properti Lain Lokasi

Terbaik
Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Rp.795.000.000
Jl.Rudal Komplek Jaladha Pura samping Mall BTC (Bekasi Trade Centre) Bekasi Timur
Lt/Lb : 75 m² / 65 m²
Lihat Detail »