Menu
0819-1313-1328

4 Perusak Shalat

3rd May 2019 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto 4 Perusak Shalat

Detail Info 4 Perusak Shalat

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Mobil 4 Perusak Shalat

4 Perusak Shalat

Sebagai tiangnya agama, tentu shalat sudah haru selalu dikerjakan oleh setap mukallaf. Karena tanpa ditegakkan, berarti sama saja ia tengah merobohkan agama itu sendiri. Tidak hanya itu, dikerjakannya ritual urgen tersebut adalah karena ia merupakn penentu atau hakim dari setiap amal ibadah kelak di akhirat yang mana jika ia baik, maka semua ibadah turut dinilai baik. Sementara jika ia buruk , maka yang lain pun dicap buruk.

Maka, karena alasan itulah, shalat harus benar-benar dikerjakan dengan baik dan tepat pada prosedurnya. Kalau tidak, tentau ibadah tersbeut akan sia-sia dan pada akhirnya tidak dapat menolongg pemiliknya tatakal hari pemutusan kelak di akhirat. Na’udzubillah. Dengan demikian, mengetahui hal-hal yang dapat merusak kualitas shalat adalah sebuah keniscayaan. Karena tanpanya, mungkin saja iabadah shalat kita hanya tertulis sebagai simbol gerakan bukan buku tabungan pahala yang dimaqbulkan di sisi Allah. Lalu apa saja, perusak shalat tersebut?. Setidaknya ada empat hal yang dapat merusak [kualitas] shalat, yakni sebagai berikut:

Pertama, syarat dan rukunnya yang tidak terpenuhi. Ya, walau bagaimanapun, setiap ibadah terlebih shalat ini, pasrti terikat dengan rukun dan syarat yang mengiringinya. Yang mana dengan adanya dua hal tersebut, suatu ibadah dapat dikatakan sah. Sehingga jika saja, ada salah satu rukun yang tidak dipenuhi seperti kebanyakan orang yang lupa akan tuma’nianh (diam sejenak), maka secara otomatis shalatnya rusak. Yakni rusak dalam arti tidak sah dalam fikih dan mesti diulang kembali. Atau seperti bebrapa orang yang salah kaprah menganggap niat shalat hanya di lisan semata, sementara di hati tidak mengucapkannya, maka tentu shalatnya rusak. Sebab niat adalah rukun pertama shalat itu sendiri.

Kedua, menganggap ibadah shalatnya paling baik dan benar. Ya, demikian fenomena yang sering kita lihat di masyarakat, di mana acapkali seseorang mengklaim bahwa shalatnay paling benar, gerakannya tepat, bacaannay fasih sementara yang lain salah karena tekah melakukan bid’ah seperti qunut, menambhakan kata sayyidina dan lain sebagianya. Dan ironisnya lagi, ada juga mereka yang menilai dirinya orang paling bagus shalatnya karena dilihat dari bekas hitamnya jidat yang diyakini sebagai bekas sujud. Padahal, ibadah apapun yang dikhiri dengan kesombongan tentu berubah menajdi sirna dan ksong dari pahala.

Ketiga, tidak fokus atau khusyuk. Ya, karena inti dari shalat adalah khusyuk atau memfokuskan pikiran, hati dan gerakan dalam satu frekuensi yakni hudur (menghadirkan) Allah. Banyak orang yang shalatnya rusak sebab acapkali tidak bisa menjalankan perbuatan satu ini. Maka wajar bila kemudian Nabi mengatakan bahwa shalat yang diterima adalah shalat yang di dalamnya terdapat kefokusan fikiran atau khusyuk. Memang, shalat tanpa ada khusyuk di dalamnya berarti sama saja seperti hanya gerakan shalat layaknya manusia tanpa ruh atau seperti pohon tanpa buah yang lebat. oleh sebab itu, memantapkan hati sesat setelah niat shalat adalah sebuah cara untuk memulai fokus tersebut. Atau juga dengan cara memahami setiap bacaan dan maknanya sambil menyelami intisarinya.

Keempat, dipamerkan untuk orang lain. Ya, selain karena mengangap shalatnya palimg baik, ibadah shalat juga akan rusak sebab pelakuknya memamerkan ritualnya itu kepada makhluk. Artinya, ia shalat didorong oleh sebuah motif atau alasan tertentu. Sehingga ia beribadah hanya untuk mendapatkan simpatik atau timbal balik berupa pujian atau bahkan materi dari orang lain. Padahal, ibadah yang sesungguhnya harus bisa ikhlas dan memang ditunjukkan semat-semata henya untuk Allah. “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semata-mata hanya untuk Allah”. Demikian dalam al-Qur’an ditegaskan. Maka wajr bila kemudian perilaaku pamer tersebut berdampak pada rusaknya ibadah shalat tersebut. Sehingga perlu mengantisipasinya, yakni diantara denganmemahami bahwa shalat adalah hak perogratif Allah dalam memberikan pahalanya.Dan menyadari kembali bahwa shalat adalah penentu dari sekian amal di akhirat kelak. Dengan cara seperti ini, kita akan memposisikan shalat sebagai hal yang suci dan tak akan dikotori dengan kepameran tersebut.

Demikianlah empat hal yang merusak shalat. Semoga kita bisa menjalani semua dengan istiqomah dan ibadah shalat kita dapat diterima oleh Allah serta memberikan efek postif dalam perilaku kita. Amin. []

 

 

Properti Lain Lokasi

Promo
Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

182.000.000
Pabuaran Cibinong Bogor
Lt/Lb : 65 m² / m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Rp.795.000.000
Jl.Rudal Komplek Jaladha Pura samping Mall BTC (Bekasi Trade Centre) Bekasi Timur
Lt/Lb : 75 m² / 65 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Griya Tsurayya Sedayu Yogya Barat

Perumahan Syariah Griya Tsurayya Sedayu Yogya Barat

Rp.379.000.000
Yogyakarta Barat
Lt/Lb : 80 m² / 45 m²
Lihat Detail »