Menu
0819-1313-1328

al-Qur’an Dan Hakikat Ilmiah

15th May 2019 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto al-Qur’an Dan Hakikat Ilmiah

Detail Info al-Qur’an Dan Hakikat Ilmiah

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Mobil al-Qur’an Dan Hakikat Ilmiah

al-Qur’an Dan Hakikat Ilmiah

Dengan tegas, al-Qur’an telah menyatakan dirinya sebagai teks ilahi yang tak ada kebatilan dari segi mana pun (Qs. Fushilat []: 42) dan sebagai kalam yang sepi dari pertentangan; semuanya sesuai dan seimbang (Qs. al-Nisa[]: 82). Salah satu bentuk dari hal ini adalah keberadaan al-Qur’an yang sesuai dengan penemuan-penemuan ilmiah kontemporer. sama sekali tidak bertentangan, tapi menguatkannya bahakn justru sebagai inspirasi dari lahirnya penemuan-penemuan tersebut. Pasalnya, sejak 15 abad yang lalu, al-Qur’an telah mengisyaratkanya, namun para ilmuwan baru bisa membuktikan kebenarannya di abad belakangan ini. Ini merupakan kehebatan yang tak dimiliki oleh kitab manapun dan ini pula yang oleh para ulama disebut dengan I’jaz ilmi fi al-Qur’an atau kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur’an.

Ya, al-Qur’an adalah mukjizat ilmiah yang berarti bahwa di dalam rentetan ayat-ayatnya itu terdaapat isyarat tentang hakikat kauniah dan keagunganya yang mana pemahaman penemuan ini belom sampai pada zaman dahulu dan baru diungkap setelah proses baru sekarng ini setelah 10 abat yang lalu, dan tidak mungkin membanyangkan tentang kemulianan dan keagungan penciptaan ini selain penciptaan Allah subhanahu wata‟ala, dan juga sebagai bukti kebenran mukjiza nubuha Nabi Muhammad Sallallahu‟alaihi wasalam sebagai nabi akhir zaman (Dr. Zaghul al-Najjar, al-Ardh fi al-Qur’an, hal. ). Atau bisa juga dikatakan sebagai bentuk pemberitaan al-Qur’an al-Karim menurut hakikat, lalu dikuatkan oleh tajribi (eksperimen) yang baik yang menetapkan bahwa manusia tidak mungkin mendapatkannya dengan perantara manusia pada masa Rasulullah saw.” (Hasan Zaini, Raudatul Hasanah, Ulumul Qur’an, (Batusangkar: STAIN Batusangkar Press, 2010) cet ke-1, h. 186).

“Maka, tidaklah mengherankan apabila al-Qur’an menegaskan pembenaran dan kecocokan terhadap apa yang dihasilkan oleh penemuan-penemuan ilmu pengetahuan kontemporer seteleh ratusan tahun para pakar baru menemukannya dengan kajian, pembahasan, dan penalaran. Mereka menemukan fenomena-fenomena sosial, politik z hukum, fisika, dan lainnya. al-Qur’an telah membawanya sebelum segala sesuatu terlintas dalam pengetahuan manusia waktu diturunkannya. Kemudian muncul secara jelas sinyal-sinyalnya pada era modern ini” (Muhammad Jamil Abdushamad, Mukjizat ilmiah dalam Al-Qur’an, Jakarta: Akbar, 2002, cet. 1, hal.n3-4).

Kendati al-Qur’an adalah mukjizat ilmiah, bukan berarti bahwa al-Qur’an dianggap kitab ilmu. Ia tetap bukan buku psikologi, bukan eksak maupun fisika, tetapi kitab hidayah, kitab tasryi’ dan ishlah yang memuat segala ilmu pengetahuan baik secara teoritis maupun eksperimental (Masbukin, Kemukjizatan al-Qur’an, Jurnal Pemikiran Islam, vol. 37, No. 2, Juli-Desember 2012, hal. 175).

Dari pemberitaan hakikat ilmilah tersebut terutama tersirat pada ayat-ayat kauniah, akhirnya para ulama melakukan pengkajian yang lebih serius dan lebih memfokuskan pada tema itu, hingga munculah ide-ide baru tentang mukjizat ilmiah yang kemudian merambah pada diskursus penafsiran Al-Qur’an dan lahirlah pendekatan baru yang disebut tafsir ilmi, yakni suatu penafsiran al-Qur’an yang pembahasannya menggunakan metode pendekatan istilah-istilah (term-term) ilmiah dalam mengungkapkan al-Qur’an, dan seberapa dapat berusaha melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang berbeda dan melibatkan pemikiran-pemikiran filsafat ( ……..hal. ). Maka muncullah karya-karya yang merepresentasikan hal itu seperti Tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi, Tafsir al-Jawahir di Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Tanthawi Jauhari, al-Tafsir al-Ilmi li al-Ayat al-Kauniyyah karya Hanafi Ahmad, Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah karya Abdulah Syahatah, al-Fajri al-Isyarat al-Ilmiah fi al-Qur’an al-Karim karya Muhammad Syawqi, al-Qur’an Ilmu pengetahuan dan teknologi karya Ahmad Baiquni, I’jaz al-i’lmi al-islami fi al-Qur’an karya Muhammad Kamil Abdushamad dan masih banyak lagi.

Alih-alih sebagai terobosan baru dalam memahami kandungan Al-Qur’an yang lebih inovatif dan kompatibel, namun sayang, kehadiran tafsir ilmi ini masih menuai pro-kontra di kalangan para ulama. Dari kalangan yang pro seperti para pengarang kitab-kitab di atas, juga ada al-Ghazali, al-Suyuthi, al-zarqani. Sementara dari kalangan penolak tampil ulama setingkat al-Syatibi, Abu al-Hayan Al-Andalusi, Muhammad rasyid Ridha, Mahmud Syaltut, Musthafa AL-Maraghi, M. Izzah Ad-Darwizah, Syauqi Dhaif, Amin Al-Khulli dan termasuk juga Quraish Shihab, mufasir kontemporer Indonesia. Kedua kubu ini, saling menghadirkan hujahnya masing-masing. Namun, terlapas dari perdebatan tersebut, yang jelas, lahirnya Tafsir Ilmi atau kajian-kajian yang menguak tentang I’jaz Ilmi sebenarnya merupakan satu jalan yang membuktikan kehebatan al-Quran dan pada saat bersamaan, juga sebagai simbol dari keistimewaannya di mata kitab-kitab samawi yang lain. Maka tak berlebihan, bahwa kesesuaian al-Qur’an (baca: ayat-ayat kauniah) merupakan bagian dari khashaish al-Qur’an itu sendir (Abdurrahman, 1997: 83).

Sebagaimana dikatakan di awal, bahwa al-Qur’an sama sekali tidak bertentangan dengan hakikat ilmiah, bahkan justru sebagai inspirator bagi ilmu pengetahuan modern itu sendiri. Setidaknya ada lima bukti yang menunjukkan hal tersebut; 1). Ilmu kauniyah tunduk kepada undang-undang yang telah ditetapkan. Al-Qur’an adalah kitab hidayah dan i’jaz. Dengan demikian al-Qur’an tidak membicaran hakikat ilmu alam, bintang dan kimia. 2). Al-Qur’an menganjurkan umat manusia untuk meneliti, menganalisa dan mengambil manfaat serta pelajaran dari ilmu kauniyah ini. 3). Al-Qur’an menjelaskan bahwa alam tunduk pada kehendaknya. 4). Al-Qur’an menjelaskan bahwa alam adalah ruang lingkup hidayah, membicarakan rahasia langit dan bumi, apa yang tersembunyi di daratan dan di bumi dan sebagainya. 5). Uslub yang digunakan Allah swt. dalam mengungkapkan tentang ayat kauniyah adalah dengan uslub yang indah (al-Zarqani, 1996; …..).

Dari sini maka tak ayal bila ada sekitar 750 ayat– terkhusus ayat-ayat kauniah tentunya—, bahkan satu ayat saja darinya, telah memuat pelbagi isyarat ilmiah dan telah menginspirasi para ilmuwan untuk menemukan teori bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih mutakhir (Abdushamad, 2002: 28). Sebut saja misalnya surat Al-Baqarah ayat 164 yang berbunyi;

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Qs. al-Baqarah [2]: 164).

Sekalipun hanya satu ayat, namun di dalamnya terdapat sinyal-sinyal ilmiah dari beberapa cabang ilmu pengetahuan modern yakni; 1). Ilmu Falak (astronomi) yang tersirat pada penggalan:  “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang,”; 2). Ilmu kelautan pada penggalan: ” bahtera yang berlayar di laut..”; 3). Ilmu pertanian (Agronomi) pada penggalan: ” Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya..”; 4). Ilmu Hewan (Zoologi) pada penggalan: “Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan”; 5). Ilmu Tinjauan Cuaca (Meteorologi) pada penggalan: “dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.” “Ini merupakan salah satu contoh dari banyak contoh kandungan ayat yang menerangkan berbagai ilmu pengetahuan. Banyak sekali ditemukan mukjizat ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an secara garis besar. Apalagi, ketika ditemukan kesesuaian makna kalimat yang realita, seseorang akan beranggapan bahwa ayat ini hanya mengandung satu permasalahan. Namun, pada saat dianalisis ternyata memuat banyak ilmu. Inilah yang membuat takjub para pakar ilmu balagah dan tafsir (Abdushamad, 2002: 26-27).

Maka tak heran bila sejarahwan asal Italia bernama PZ. Burguis sampai berkata demikian: “kita mendapatkan dalam Al-Quran kesimpulan-kesimpulan ilmu pengetahuan yangn berada di luar batas kemampuan dan kapasitas manusia, meski dia manusia yang paling cerdas, filosof yang paling besar, dan politikus yang opaling kuat. Internet

Kemudian, untuk lebih memantapkan keberadaan I’jaz al-i’lmi di dalam Al-Qur’an tersebut, maka di bawah ini akan disebutkan beberapa contoh yang telah dirumuskan oleh para ulama, yakni sebagai berikut;

1). Kesatuan Alam

Teori ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa bumi awalnya merupakan salah satu dari sekumpulan planet-planet di tata Surya, namun kemudian memisahkan diri dan membeku sehingga cocok untuk dihuni oleh manusia dan makhluk lainnya. Teori ini didukung oleh adanya gunung berapi yang memuntahkan lahar panas. Para ilmuwan baru menemukan teori tersebut di belakangan hari, padahal, hal itu telah dijelaskan oleh al-Qur’an sejak 10 abad yang lalu yakni pada firman Allah; Artinya: ’’Tidaklah orang-orang kafir tahu,bahwa beberapa langit dan bumi adalah keduanya bersatu, lalu kami belah keduanya? Kami jadikan tiap-tiap sesuatu yang hidup dari air.Tidakkah mereka percaya?’’ (Q.S.al-Anbiya’[21]:30). (Masbukin, 2012: 176).

2). Terjadinya Perkawinan dalam Tiap-tiap Benda.

Sebelumnya, kebanyakan orang beranggapan bahwa perkawinan itu hanya terjadi pada dua jenis makhluk hidup yakni manusia dan hewan. Namun belakangan, ketika ilmu pengetahuan telah maju, anggapan tersebut keliru. Pasalnya, tidak hanya dua jenis makhluk hidup itu saja yang mengalami perkawinan, melalaikan juga tumbuhan dan benda-benda mati. Sampai pada listrik sekalipun ada pasangan min dan plus. Demikian halnya dengan atom, yang terdiri dari unsur Proton dan neutron, yang masing-masing diistilahkan sebagai laki-laki dan perempuan. Sebenarnya, teori ini telah disinggung lebih dulu oleh al-Qur’an seperti dalam surat al-Syu’ara [26]: 70, Yasin [36]: 36, dan al-Zariyat[51]: 49, salah satunya adalah yang berbunyi; “Tiap-tiap sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan (jantan dan betina), mudah-mudahan kamu menerima peringatan”. (Q.S. al-Zariyat [51]: 49). (Masbukin, 2012: 176).

3). Perbedaan sidik jari manusia.

Dulu, tepatnya tahun 1884 M di kota Inggris, ilmuwan telah menemukan cara untuk  mengenali seseorang yakni melalui sidik jarinya. Karena setiap kulit jari seseorang memiliki garis-garis yang berbeda-beda, dan pada waktu tertentu akan berubah-ubah, maka tepat bila hal itu sebagai inspirasi lahirnya penemuan sidik jari. Sehingga mudah untuk mengetahui indentitas seseorang secara lebih valid, dan detail. Dan perlu diketahui, bahwa sebenarnya penemuan ini juga telah lebih dulu diisyaratkan oleh al-Qur’an, tepatnya tentang kekuasaan Allah untuk membangkitkan tulang belulang orang yang mati dan dalam redaksi ayatnya, itu disebutkan jari jemari sebagi organ tubuh yang akan disatukan oleh- Nya itu. Tentu, disebutkannya kata jari jemari tersebut, itu memiliki isyarat — yang salah satunya adalah sebagai inspirator lahirnya sidik jari manusia di atas. Ayat yang dimaksud dengan; Artinya: “Adakah manusia mampu mengira bahwa kami tidak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, kami kuasa mengembalikan semua jari-jarinya (mesti kecil-kecil).” (Q.S. al-Qiyamah[75]: 3-4). (Masbukin, 2012: 177).

4). Khasiat Madu dan Daftar Istilah

Menurut hasil penelitian laboratorium USA, bahwa dalam 100 Gr madu terkandung: zat glucose 34%, fruc-tose 1,9%, sucrose 40%. Zat gula glucose dan fructose ini langsung diserap oleh usus tanpa proses lagi. Mineral kalsium sebagai pembentuk tulang dan gigi, lain sebagainya. Teori modern tentang madu sesuai dengan ayat dibawah ini: Artinya: “Dari perut lebah itu keluar minuman, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat (kebenaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.’’ (Q.S. al-Nahl [16]: 68).

5). Keseimbangan Bumi

Dalam Al-Qur’an disebutkan ayat yang berbunyi demikian;

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?.” (Qs. al-Naba'[]: 6-7).

Ayat di atas dengan jelas telah menerangkan bahwa fungsi gunung adalah sebagai pasak atau tiang bagi bumi untuk menciptakan keseimbangan di dalamnya. Hal ini sangat sesuai dengan teori ilmu pengetahuan modern, dimana ilmuan telrhe menemukan bahwa keberadaan gunung di atas permukaan bumi yang dirancang dengan cermat dan penuh fungsi adalah berguna untuk membantu menciptakan keseimbangan antara permukaan bumi yang tinggi dengan permukaan bumi yang rendah. Sehingga, bumi tidak bergoyang dan tidak bergoncang. Seolah-olah gunung itu berfungsi sebagai pasak yang berguna untuk menjaga keseimbangan kemah (tenda) dan mengokohkannya. Dan hakikat ini baru diketahui oleh mereka pada tahun 1957 M (Abdushamad, 2002: 76-77).

Demikianlah diantara beberapa bukti ilmiah yang menegaskan bahwa al-Qur’an sama sekali tidak bertentangan dengan hakikat dan teori ilmu-ilmu pengetahuan modern. Itulah yang menunjukkan keistimewaan kitab satu ini dari dulu hingga kiamat tiba. Dan itu pula yang mengantarkan para ilmuan baik dari kalangan muslim maupun non muslim untuk tunduk kepadanya,

“ Muhammad mewariskan kepada dunia sebuah kitab yang sangat fasih dan mengandung berbagai budi luhur. Ia adalah kitab yang kudus. Tidak terdapat satu masalahpun yang bertentangan dengan penemuan ilmiah modern baru-baru ini. Dan ternyata keserasian antara ajaran Al-Qur’an dan hukum alam intim sekali.” demikian kesaksian Pator Loizon, seorang pemikir barat tentang kedahsyatan I’jaz al-i’lmi al-Qur’an tersebut. []Internet

Properti Lain Lokasi

Terbaik
Perumahan KPR Syariah Bekasi Selatan  Arkanza 3 jatiasih

Perumahan KPR Syariah Bekasi Selatan Arkanza 3 jatiasih

RP.535.000.000
Bekasi Timur
Lt/Lb : 70.2 m² / 36 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Perumahan Syariah Nakhiil Bojong Gede Kota Bogor

Perumahan Syariah Nakhiil Bojong Gede Kota Bogor

Rp.630.000.000
bojong gede bogor
Lt/Lb : 60 m² / 54 m²
Lihat Detail »
Promo
Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

182.000.000
Pabuaran Cibinong Bogor
Lt/Lb : 65 m² / m²
Lihat Detail »