Menu
0819-1313-1328

Shalat, Pengontrol Perilaku

4th May 2019 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto Shalat, Pengontrol Perilaku

Detail Info Shalat, Pengontrol Perilaku

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Mobil Shalat, Pengontrol Perilaku

Shalat, Pengontrol Perilaku

Jika akal adalah pengontrol kebijakan dan hati sebagai pengontrol jiwa, maka shalat sebagai pengontrol perilaku. Ya, ibadah shalat yang merupakan perpaduan antara gerakan fisik, bacaan dan keksyuahn hati merupakan “mata angin” bagi seseorang untuk mengarahkan dan menemukan suatu jalan yang baik dan benar. Mengapa demikian?, sebab, di dalam shalat terdapat riyadhoh(latihan) yang dapat membentuk pribadi pelakunya menjadi mansia yang disiplin, fokus, sehat jasmni, empati, rendah diri dan loyalitas kepada sesama.

Membenahi perilaku dengan shalat sangatlah tepat. Dalam al-Qur’an disebutkan: “dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah[2]: 45). Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya shalat sebgai penolong kehidupan dan termasuk penolong perilaku manusia dari sifat-sifat yang tercela. Hal ini perlu menjadi perhatian serius. Sebab, kita bisa menyaksikan betapa bejatnya perilaku anak zaman sekarang, mulai dari ucapannya yang kotor, penglihatannya yang tak terkendali, perasaannya yang mudah suudzon dan masih banyak lagi, itu ternyata karena kualitas shalatnya yang tidak beres.

Dari sini mungkin kita akan bertanya, mengapa bisa seorang yang shalat justru masih memiliki perilaku yang tidak baik atau dalam bahasa lain, apa faktor yang menjadikan ibadah shalatnya tidak memberikan efek positif dalam jiwanya?. Berkaitan dengan ini, ada beberapa penyebab, yang di antaranya adalah:

Pertama, karena kemungkinan syarat dan rukunnya masih ada yang belum terpenuhi. Bisa faktor wudunya yang tidak sempurna, gerakan shalatnya yang belum teratur atau karena bacannya masih beplotan. Ya, bagaimanapun juga, segala ibadah akan mendapatkan hasil yang maksimal karena ia mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Maka benar kiranya satu pepatah arab yang mengatakan: “diawal bersinar, maka di akhir akan bersinar pula”. Yang mana ini berarti bahwa hal yang dilakukan dengan benar saat pertama kalinya, maka baik pula hasil akhirnya. Begitu juga dengan shalat tersebut yang dimulai dengan tatacara yang baik, tentu  pengaruhnya akan baik. Sehingga pada posisi tersebut, ilmu fikih menjadi sesuatu yang amat penting dan tidak boleh ditinggalkan.

Kedua, karena kurangnya fokus dan khidmah dalam mengikuti prosesi shalat. Yakni kurangnya menghayati setiap bacaan dan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga setiap bacaan shalat hanya terhenti di lisan semata; tidak sampai pada hati dan pikiran. Oleh sebab itulah, Nabi mengingatkan cukup tegas bahwa shalat yang diterima adalah shalat yang fokus dan khusyuk.

Ketiga, karena masih bermalas-malasan dalam menunaikan shalat, mulai dari menundannya, tidak tepat waktu hingga menghindari shalat berjamaah. Padahal tujuan terjelas dari pensyariatan shalat adalah supaya pelakunya dapat disiplin, tanggung jawab dan menjadi pribadi yang teratur. Inilah yang semestinya perlu dibenahi dalam diri kita. Oleh sebab itu, Islam telah mengatur waktu shalat dan memberikan apresisasi bagi seseorang yang dapat menjalankan waktu tersebut. Sehingga orang yang menjalankan shalat di awal waktu, akan mendapatkan rahmat, di pertengahan memperoleh ‘afiah dan di akhir waktu mendapatkan ampunan. Semuanya ini bertujuan untuk melahirkan kedisiplinan.

Keempat, karena merasa paling benar dan menyalahkan orang kain yang berbeda dnegan shalat kita. Ya, inilah yang juga menjadi pemicu mengapa ibadah shalat tidak dapat berbuah kebaikan. Betul memang demikian. Kita bisa melihat misalnya, kasus-kasus masyarakat atau seseorang yang berseteru akibat perbedaan shalat dan masing-masing menganggap benar; yang qunut diangap menyalahi aturan agama, yang tidak merapatkan sof berarti sesat dan lain sebagainya. Mereka tidak sadar, bahwa yang diperdebatkan adalah hal tidak fundamen yang masih terus mengalami perbedaan pendapat. Namun, akal sehat mereka sudah tidak terkontrol lagi, tinggal egonya saja. sehingga lahirlah saling tuduh menududuh, sesat menyesatkan bahkan kafir mengkafirkan. Na’udzulbillah. Padahal, semestinya mereka sudah lebih bijaksana dan dewasa. Yakni dengan menampilkan komitkan dalam kesepakatan, dan bertoleransi pada perbedaan. Sebagaimana kata petuah arab mengatakan: “mari kita bersinergi dalam kesepakatan, dan mari kita saling bertoleransi dalam perbedaan”. Hanya dengan cara ini, shalat yang telah ia kerjakan berbuah menjadi keberkahan dan kemaslahatan untuk dirinya dan orang lain.

Demikianlah hal-hal yang menghambat shalat tidak sampai menjadi butiran kebajikan dalam jiwa. Untuk itu, sudah saatnya kita lebih memperhatikan semua ini dan lebih sadar diri bahwa ritual shalat adalah ritual yang sakral dan sebagai penentu keselamatan pribadi baik untuk masa sekarang (baca: dunia) maupaun untuk masa yang akan datang (baca: akhirat). Yang jia tidak benar, maka kedua masa itu akan terancam bahaya. Semoga kita bisa menjalani ini semua. Amin. []

 

 

 

Properti Lain Lokasi

Promo
Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

Jual Kavling Murah di Cibinong Bogor

182.000.000
Pabuaran Cibinong Bogor
Lt/Lb : 65 m² / m²
Lihat Detail »
Terbaik
Rumah Kpr Syariah The Padjajaran Cikarang Bekasi

Rumah Kpr Syariah The Padjajaran Cikarang Bekasi

190.000.000
sukamanah, sukatani, cikarang bekasi jawa barat
Lt/Lb : 60 m² / 29 m²
Lihat Detail »
Terbaik
Rumah Kpr Syariah Alifia Residence 2 Jatisari Kota Bekasi

Rumah Kpr Syariah Alifia Residence 2 Jatisari Kota Bekasi

436.217.000
jl.sirojul munir, jatisari, jatiasih, kota bekasi
Lt/Lb : 66 m² / 36 m²
Lihat Detail »