Menu
0819-1313-1328

Tantangan Al-Qur’an Bagi Yang Meragukannya

18th May 2019 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto Tantangan Al-Qur’an Bagi Yang Meragukannya

Detail Info Tantangan Al-Qur’an Bagi Yang Meragukannya

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Mobil Tantangan Al-Qur’an Bagi Yang Meragukannya

Tantangan Al-Qur’an Bagi Yang Meragukannya

Oleh: Zakiyal Fikri Mucahmmad

Barangkali sudah menadi bagian dari sunatullah bahwa Allah   tidak akan mengutus kepada suatu kaum kecuali disertai dengan seorang rasul yang akan menyampaikan dan menjelaskan ayat-ayat-Nya. Disamping itu, dalam penugasannya pun, seorang rasul tersebut dibekali dengan satu bukti atau tanda kerisalahannya sebagi hujah dalam melancarkan dakwahnya sekaligus untuk mematahkan para penentangnya. Allah   berfirman:

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah  menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Qs, al-Nisa[]64)

Hujah kerisalahan itu selanjutnya disesuaikan dengan kondisi dan peradaban kaumnya saat itu. Pada zaman Nabi Musa, peradaban yang menjadi kebanggan adalah ilmu sihir. Sehingga waktu itu, ketika seseorang mempunyai ilmu sihir yang hebat maka akan diipuja-puja bahkan sampai dianggap tuhan. Oleh kerana itu, datanglah Nabi Musa dengan mukjizatnya yakni bisa merubah tongkat menjadi ular untuk melawan tukang-tukang sihir yang sesat itu (Qs. yunus[]81). Negitu juga pada masa Nabi Isa, dimana peradaban yang diunggulkan adalah bisa merubah satu hal mustahil menjadi kenyataan seperti permintaan kaumnya untuk menghidupkan orang mati, maka dengan izin Allah , Nabi Isa akhirnya bisa mememnuhi permintaan tersebut sebagai bukti akan risalahnya, maka saat itulah kemudian para kaumnya mulai percaya bahwa beliau adalah seorang utusan tuhan yang mulia. Sedangkan Nabi Muhammad berbeda dengan rasul-rasul sebelumnya, dimana pada zaman beliau ini, peradabannya adalah peradapan teks khususnya syair-syair jahiliyah, sehingga siapa saja orangnya yang mempunyai kemampuan bisa menyusun suatu syair yang indah dan menang dalam pelbagai kompetisi, maka akan dipuja dan hasilnya akan dipajang di atas ka’bah sebagai tanda bahwa ia adalah jawara yang tak terkalahkan. Oelh karena itu, kemudian Nabi Muhammad di utus dengan dibekali teks al-Qur’anyang melebihi dan keluar dari kebiasan teks-teks arab pada umumnya sebagai hujah bagi dirinya dalam menyeru kebenaran.

Saat pertama kali Nabi tambil dihadapan kaumnya dengan membacakan al-Qur’andi depan meraka,  lantas banyak di antara yang memberikan sikap dan kesan yang berbeda-beda. Ada yang kagum dan penasaran lalu pada akhirnya mau mengimani sebagai firman Tuhan, namun ada juga yang tak acuh bahkan sampai mengingkari dan meragukannya yakni dengan membuat propaganda besar di seluruh penjuru kota bahwa al-Qur’anyang disampaikan si pendusta— menurut sangkaan meraka-, yakni Muhammad adalah buatan Muhammad sendiri bahkan sampai ada yang mengatakan kalau itu adalah ayat-ayat sihir buatan setan. Na’udzubillah. Untuk menyakapi hal ini, Nabi tetap menampilkan dan terus menyeru mereka untuk masuk Islam. Beliau tidak menghiraukan kicaun dan cacian mereka, justru Nabi tetap merasa tenang karena jaminan kekalahan kaumnya itu merupakan sebuah kepatian yang bakal terjadi dan itu sudah janjikan sendiri oleh al-Qur’andengan mengajukan tantangan kepada mereka yakni untuk membuat satu teks yang semisal atau paling tidak yang mendekat dengan teks al-Qur’anitu sendiri.

Mula-mula al-Qur’anmenantang mereka untuk membuat satu surat yang semial dengannya (qs. al-Baqarah[2]:23 dan qs. Yunus[]:38). Lalu dinaikkan lagi menjadi sepuluh surat yang semisal yang berbeda-beda (qs. Hud[]:13).  Namun ternyata mereka tak satupun yang sanggup melawan tantang ini, akhirnya dengan tegas, al-Qur’anlantas memutuskan bahwa dirinya tidak bisa ditandingi oleh siapapun, sekalipun harus meminta bantuan jin dan manusia untuk membuat semisalnya, tetap saja mereka tak akan sanggup (qs. al-Isra’[]88). Dengan kedua kalinya, al-Qur’anmenegaskan sekali lagi bahwa siapapun orangnya tak akan bisa melakukan aksi pembuatan tersebut, sehingga akhirnya al-Qur’anmengingatkan kepada mereka bahwa jika ingin terbebas dari api neraka, maka akui saja bahwa al-Qur’anmemang hebat dan bukan kalam manusia (qs. al-Baqarah[2]:24). Maka benar, apa yang dikatakan oleh Corselle, seorang Cendekiawan-Penterjemah Quran tentang hal ini;

“Al-Qur’an adalah karya yang paling sempurna dan luar biasa berbahasa arab. Karya mukjizat ini tidak mungkin dibuat oleh manusia. Al-Qur’an itu sendiri merupakan mukjizat abadi dan mukjizat tersebut lebih agung dari pada membangkitkan mayat. Kitab suci ini sendiri sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia memang datang dari langit. Al-Qur’an menantang penyair dan pendakwah untuk membuat satu saja ayat yang setara dengan ayat Al-Qur’an, namun tak satupun yang sanggup melakukannya.” Internet

Demikilah tahap-tahap tantangan yang ditawarkan oleh al-Qur’anbagi yang meragukannya.  Sekali lagi, tak satupun dari mareka baik dari kalangn pribumi maupun  non pribumi, baik dari kalangan intelektual dan sastrawan maupun kalangan awam, tetap gagal dan sampai kapanpun tak akan sanggup memenuhi tantangnya itu. Bahkan satrawan hebat sekaliber Abu La-Walid akhirnya mau mangakui kehebatan al-Qur’anbahwa ia bukan kalam sembarangan. Ia benar-benar kalam yang mengandung kekuatan besar tak tak bisa dikalangkan. []

 

Properti Lain Lokasi

Terbaik
Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Perumahan Syariah Bumi Asri Permai Bekasi Timur

Rp.795.000.000
Jl.Rudal Komplek Jaladha Pura samping Mall BTC (Bekasi Trade Centre) Bekasi Timur
Lt/Lb : 75 m² / 65 m²
Lihat Detail »